SATU hari pasca digugat cerai oleh suaminya, Eddy Santana Putra, Srimaya Haryanti sedih. Ia memilih diam dan mengurung diri di rumah dinas Walikota Palembang sambil memikirkan langkah selanjutnya.
“Dia lebih banyak diam dan sekarang lagi menenangkan diri dulu. Kemungkinan tidak bisa diganggu saat ini. Nanti kalau sudah tenang akan saya hubungi,” kata orang terdekat Srimaya, Susi (bukan namanya sebenarnya, Red) kepada Sripo, Kamis (17/3).
Sejak ramai diberitakan, Yanti, begitu biasa Srimaya biasa disapa langsung terdiam. Tidak banyak yang bisa dia katakan. Ia hanya memeluk kedua anaknya sambil menyeka air mata. Pemberitaan semua media pun sudah dibaca. Sungguh, sampai detik ini, Yanti tidak habis pikir mengapa suaminya nekat berbuat sejauh itu.
“Mungkin suatu saat bapak akan tahu siapa yang benar-benar sayang dengan dia,” kata sumber tersebut yang mewanti-wanti Sripo untuk tidak membeberkan jati dirinya. Sebelumnya ia juga enggan membicarakan rumah tangga Yanti dan Eddy Santana karena itu bukan masuk wilayahnya. Sebagai orang luar dia berharap agar masalah ini akan cepat teratasi.
Ia juga menampik kabar yang mengatakan bahwa selama ini Srimaya menghilang karena stres dan menghibur diri. Justru selama ini, Yanti ada di kediamannya. Kadang ia tinggal di rumah orangtuanya namun sesekali juga ke rumah dinas suaminya di Jalan Tasik. Sementara saat ini kedua anaknya ikut Srimaya.
“Selama ini ibu ada di Palembang, siapa bilang dia liburan. Justru dia sangat dekat dengan anak-anaknya saat ini,” katanya.
Sumber itu juga menyebut sejak awal Yanti berupaya sekuat tenaga mempertahankan rumah tangganya. Ini dilakukan demi anak-anak yang masih kecil.
“Kalau kalian tanya siapa yang gugat duluan, coba langsung tanya sama bapak (Eddy Santana, Red). Mungkin dia yang lebih tahu mengapa keputusan ini bisa keluar,” katanya.
Sejak tahun 2002, sumber ini mengaku pernah menjalankan umroh bersama keluarga Eddy dan Yanti. Saat itu, mereka masih kompak. Beberapa helai pakaian dan kerudung bahkan sempat dipilihkan Eddy buat istrinya.
“Sedih juga kalau ingat itu tapi mudah-mudahan semuanya ini ada hikmahnya. Keputusan apapun yang diambil keduanya mungkin yang lebih tahu baik dan buruknya,” katanya.
Saat Sripo mencoba mendatangi Srimaya yang saat itu berada di rumah dinas Walikota satpam mengatakan ibu tidak mau diganggu.
“Nanti saja, datangnya. Biasanya juga wartawan banyak yang datang ke sini. Namun kali ini ibu benar-benar tidak mau diganggu. Harap maklum saja,” ucap satpam tersebut.
Harus Hadiri Mediasi Terkait gugatan cerai talak Eddy Santana Putra terhadap isterinya Srimaya, pihak Pengadilan Agama (PN) akan menjalankan perkara sesuai prosedur.
“Termasuk perkara gugatan yang bersangkutan (Eddy Santana Putra), pengadilan agama akan menjalankan perkara tersebut sesuai prosedur yang ada pengadilan agama,” ungkap Drs Syukri, Humas PA Palembang, Kamis (17/3).
Menurut Syukri, upaya selanjutnya dari PA Palembang dalam menangani setiap perkara adalah mediasi, baik gugatan cerai dari pihak istri maupun gugatan cerai talak dari pihak suami, termasuk dengan perkara dengan nomor 300/Pdt.G/2011/PA.PLG tertanggal 3 Maret 2011 (Gugatan cerai talak Eddy).
“Tapi saya tidak tahu, sampai dimana perkara yang bersangkutan tersebut berjalan. Jika sebelum dilakukan mediasi, kedua belah pihak akan menerima pemberitahuan dari pihak pengadilan agama,” ujar Syukri.
Lanjut Syukri, dalam setiap mediasi, kedua belah pihak baik isteri maupun suami, harus menghadiri mediasi tersebut. Tapi jika bersangkutan memiliki aktivitas yang begitu sibuk, mediasi bisa diwakilkan oleh kusa hukumnya.
“Materi dari perkara gugatan yang bersangkutan tidak bisa diinformasikan karena masalah ini adalah masalah pribadi seseorang. Setahu saya sampai saat ini, pihak pengadilan agama belum menentukan siapa hakim dalam perkara tersebut,” ujar Syukri.
Sumber: Sedih Digugat Cerai